Perbandingan Biaya Operasional Mobil BBM vs Listrik

Biaya Operasional Mobil: BBM atau Listrik, Siapa Juara Hemat?

Perdebatan antara mobil bermesin pembakaran internal (BBM) dan mobil listrik semakin memanas, terutama ketika membahas efisiensi biaya. Selain harga beli, biaya operasional harian adalah faktor krusial. Mari kita bedah siapa yang lebih irit di kantong.

1. Biaya Energi/Bahan Bakar

  • Mobil BBM: Biaya ini sangat tergantung pada harga bahan bakar (bensin/solar) yang fluktuatif dan konsumsi bahan bakar mobil (km/liter). Semakin sering dipakai, semakin besar pengeluaran bahan bakar.
  • Mobil Listrik: Mengisi daya listrik umumnya jauh lebih murah per kilometer dibandingkan mengisi bensin. Harga listrik per kWh relatif lebih stabil. Pengisian daya di rumah (tarif residensial) biasanya lebih hemat dibandingkan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Efisiensi konversi energi listrik juga jauh lebih tinggi.

2. Biaya Perawatan Rutin

  • Mobil BBM: Memiliki banyak komponen bergerak yang memerlukan perawatan rutin dan penggantian berkala, seperti ganti oli mesin, filter oli, filter udara, busi, transmisi, cairan pendingin, dan komponen knalpot. Hal ini membuat biaya servis rutin cenderung lebih tinggi dan kompleks.
  • Mobil Listrik: Jauh lebih sederhana. Tidak ada oli mesin, busi, atau sistem knalpot. Komponen bergerak lebih sedikit. Perawatan utama fokus pada ban, sistem pengereman (yang dibantu regeneratif sehingga kampas rem lebih awet), cairan pendingin baterai, dan pemeriksaan umum. Ini berarti biaya servis rutin cenderung lebih rendah dan frekuensinya lebih jarang.

3. Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)

  • Di banyak negara, termasuk Indonesia, mobil listrik seringkali mendapatkan insentif berupa pembebasan atau pengurangan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk mendorong adopsi. Mobil BBM tidak memiliki keistimewaan ini.

Siapa Juara Hemat?

Secara umum, mobil listrik adalah juara dalam hal biaya operasional harian.

  • Energi: Biaya listrik per kilometer jauh lebih rendah dibandingkan bensin.
  • Perawatan: Desain mobil listrik yang lebih sederhana menghasilkan biaya perawatan yang signifikan lebih rendah.
  • Pajak: Insentif pajak menambah daya tarik hemat.

Meskipun harga beli awal mobil listrik masih cenderung lebih tinggi, penghematan pada biaya operasional dapat menutupi selisih tersebut dalam jangka panjang. Pilihan terbaik pada akhirnya tergantung pada prioritas individu, ketersediaan infrastruktur pengisian, dan total anggaran yang dialokasikan. Namun, jika fokus utama Anda adalah pengeluaran harian dan bulanan setelah pembelian, mobil listrik menawarkan janji hemat yang menggiurkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *