Politik Pendidikan: Kontestasi Kurikulum dan Ideologi

Kurikulum: Bukan Sekadar Materi, Tapi Medan Pertarungan Ideologi Bangsa

Pendidikan sering dianggap sebagai ranah netral, tempat ilmu pengetahuan ditransfer secara objektif. Namun, kenyataannya jauh dari itu. Di balik setiap buku pelajaran, setiap silabus, dan setiap metode pengajaran, tersimpan "politik pendidikan"—sebuah arena dinamis di mana berbagai kekuatan ideologis beradu untuk membentuk masa depan sebuah bangsa. Kontestasi kurikulum adalah manifestasi paling nyata dari pertarungan ini.

Kurikulum sebagai Cermin Ideologi

Kurikulum bukanlah sekumpulan mata pelajaran yang steril. Ia adalah dokumen hidup yang sarat makna dan kepentingan. Pemilihan materi sejarah, penekanan pada nilai-nilai tertentu dalam pendidikan kewarganegaraan, hingga pendekatan terhadap ilmu pengetahuan dan agama, semuanya mencerminkan preferensi ideologis pihak yang berkuasa atau kelompok yang dominan dalam masyarakat.

Misalnya, kurikulum bisa dirancang untuk menanamkan nasionalisme yang kuat, mempromosikan nilai-nilai pasar bebas, menguatkan identitas keagamaan tertentu, atau justru mendorong pemikiran kritis dan multikulturalisme. Setiap pilihan ini membawa konsekuensi besar terhadap cara pandang, identitas, dan peran sosial generasi muda yang akan datang.

Aktor dan Kepentingan di Balik Kontestasi

Pertarungan ideologi dalam kurikulum melibatkan beragam aktor:

  1. Pemerintah: Berupaya menanamkan visi negara, menjaga stabilitas politik, atau mendukung agenda pembangunan ekonomi.
  2. Kelompok Agama: Menginginkan nilai-nilai spiritual dan moral mereka terintegrasi dalam pendidikan.
  3. Dunia Usaha: Mendorong kurikulum yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan menghasilkan tenaga profesional yang siap pakai.
  4. Akademisi dan Pendidik: Memperjuangkan otonomi keilmuan, metode pedagogi inovatif, atau kurikulum yang berbasis riset.
  5. Masyarakat Sipil dan Aktivis: Menuntut kurikulum yang lebih inklusif, adil, berpihak pada lingkungan, atau mengkritisi narasi dominan.

Perdebatan ini seringkali panas, mencerminkan perebutan hegemoni atas narasi dan masa depan bangsa. Setiap aktor memiliki ideologi dan kepentingan yang berbeda, dan mereka berupaya agar ideologi merekalah yang dominan dalam sistem pendidikan.

Dampak dan Urgensi Pemahaman

Dampak dari kontestasi kurikulum sangat signifikan. Perubahan kurikulum dapat mengubah arah pembangunan manusia, membentuk identitas kolektif, bahkan memicu polarisasi sosial jika satu ideologi memaksakan dominasinya secara sepihak. Pendidikan, yang seharusnya menjadi jembatan menuju pemahaman, justru bisa menjadi tembok pembatas jika kurikulum tidak merefleksikan keragaman aspirasi masyarakat.

Memahami bahwa kurikulum adalah medan pertarungan ideologi sangatlah penting. Ini memungkinkan kita untuk tidak sekadar menerima apa adanya, melainkan berpartisipasi aktif dalam membentuk sistem pendidikan yang lebih adil, relevan, inklusif, dan mampu menyiapkan generasi penerus yang kritis dan berdaya. Kurikulum sejatinya adalah investasi terbesar sebuah bangsa dalam membentuk jiwa dan pikiran warganya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *