Mengapa Politisi Kerap Menghindari Debat Substansial?

Strategi di Balik Keheningan: Mengapa Politisi Kerap Menghindari Debat Substansial?

Di arena politik modern, kita sering menyaksikan politisi lebih memilih retorika yang aman, slogan yang mudah diingat, atau bahkan adu argumen personal, ketimbang terlibat dalam debat substansial yang mendalam. Debat substansial, yang seharusnya menjadi ajang adu gagasan, visi, dan solusi konkret terhadap masalah bangsa, justru kerap dihindari. Mengapa demikian?

Penghindaran ini bukanlah kebetulan, melainkan manuver politik strategis yang berakar pada beberapa alasan utama:

  1. Minimnya Risiko Politik: Berdebat secara substansial berarti harus mengambil posisi yang jelas, yang berpotensi menyinggung sebagian pemilih atau menciptakan celah bagi lawan untuk menyerang. Posisi yang ambigu atau jawaban yang dangkal lebih aman karena meminimalkan risiko salah bicara (gaffe) atau kehilangan dukungan.
  2. Fokus pada Citra dan Narasi: Di era media sosial, pencitraan dan kontrol narasi adalah segalanya. Debat mendalam membutuhkan waktu, kompleksitas, dan seringkali tidak "fotogenik" untuk kebutuhan klip berita atau postingan viral. Politisi cenderung memilih menyampaikan pesan yang ringkas, emosional, dan mudah dicerna publik, meskipun miskin substansi.
  3. Dinamika Media dan Publik: Media modern seringkali lebih tertarik pada konflik, drama, atau pernyataan kontroversial ketimbang analisis kebijakan yang rumit. Ditambah lagi, rentang perhatian publik yang cenderung pendek membuat politisi merasa bahwa detail kebijakan yang kompleks justru akan membosankan atau tidak menarik perhatian.
  4. Menghindari Akuntabilitas Langsung: Debat substansial menuntut politisi untuk menunjukkan pemahaman mendalam tentang isu, data pendukung, dan rencana implementasi. Ini berarti mereka harus siap dipertanyakan secara detail dan bertanggung jawab atas setiap klaim. Menghindari debat semacam itu adalah cara untuk menghindari akuntabilitas langsung terhadap janji atau kebijakan yang diusulkan.

Singkatnya, penghindaran debat substansial adalah strategi cermat untuk meminimalkan risiko, mengontrol persepsi, dan beradaptasi dengan lanskap media serta ekspektasi publik yang seringkali lebih menghargai "pertunjukan" daripada "isi." Namun, sebagai pemilih, penting bagi kita untuk menuntut lebih dari sekadar retorika; mencari substansi di balik janji adalah kunci untuk demokrasi yang lebih sehat dan berorientasi solusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *