Milenial dan Politik: Antara Skeptisisme dan Aksi Digital—Apakah Harapan Keterlibatan Masih Menyala?
Generasi Milenial, kelompok demografi yang tumbuh besar di era digital, seringkali dicap apatis terhadap politik. Namun, realitasnya jauh lebih kompleks daripada sekadar ketidakpedulian. Mereka mungkin skeptis terhadap sistem politik tradisional, tetapi kepedulian mereka terhadap isu-isu sosial dan lingkungan sangatlah tinggi. Pertanyaannya, apakah masih ada harapan untuk keterlibatan mereka dalam kancah politik? Jawabannya: ya, namun dalam bentuk yang berevolusi.
Mengapa Skeptis?
Kekecewaan terhadap politik konvensional bukan tanpa alasan. Milenial dihadapkan pada isu ekonomi yang pelik—sulitnya lapangan kerja, tingginya biaya hidup, dan utang—serta frustrasi terhadap korupsi, birokrasi yang lamban, dan janji-janji politik yang tak kunjung terealisasi. Mereka merasa tidak terwakili atau suara mereka tidak didengar oleh politisi yang seringkali dianggap terlalu jauh dari realitas hidup mereka.
Keterlibatan yang Berbeda: Dari Bilik Suara ke Aksi Digital
Anggapan apatis perlu dikoreksi. Milenial bukan tidak peduli; mereka hanya memilih cara keterlibatan yang berbeda. Keterlibatan mereka bergeser dari bilik suara ke aksi digital dan gerakan berbasis isu. Media sosial menjadi arena utama untuk menyuarakan pandangan, mengorganisir petisi, menggalang dana, dan menggerakkan kampanye tentang perubahan iklim, kesetaraan gender, hak asasi manusia, hingga keadilan sosial. Mereka mencari otentisitas, transparansi, dan dampak nyata, bukan sekadar retorika politik.
Harapan yang Terus Menyala
Harapan keterlibatan milenial dalam politik tidak pupus, melainkan bermetamorfosis. Untuk menggalang partisipasi mereka secara lebih luas, politik tradisional perlu beradaptasi. Ini berarti:
- Transparansi dan Akuntabilitas: Menawarkan proses yang lebih terbuka dan responsif.
- Relevansi Isu: Membahas masalah yang benar-benar memengaruhi kehidupan milenial.
- Platform Digital: Memanfaatkan teknologi untuk komunikasi dan partisipasi dua arah.
- Otentisitas: Politisi yang tampil jujur dan tulus, bukan hanya pencitraan.
Milenial mungkin tidak selalu terlihat di TPS, tetapi suara mereka bergema kuat di platform digital dan jalanan. Mereka adalah agen perubahan yang mencari saluran relevan untuk menyalurkan idealisme. Masa depan politik, dalam banyak hal, ada di tangan generasi ini—dengan cara mereka sendiri.


