Urgensi Pendidikan Politik untuk Masyarakat Akar Rumput

Akar Rumput Berdaya: Pendidikan Politik, Fondasi Demokrasi Sejati

Di tengah hiruk pikuk demokrasi, seringkali suara masyarakat akar rumput – petani, buruh, nelayan, pedagang kecil – tenggelam atau dimanfaatkan. Padahal, mereka adalah tulang punggung bangsa. Untuk itu, pendidikan politik bukan lagi pilihan, melainkan urgensi yang tak bisa ditawar.

Tanpa pemahaman politik yang memadai, masyarakat akar rumput rentan menjadi objek eksploitasi. Mereka mudah terbuai janji-janji manis, terjebak politik uang, atau terpengaruh informasi palsu (hoaks). Akibatnya, pilihan politik mereka seringkali tidak didasari oleh analisis rasional, melainkan emosi atau iming-iming sesaat, yang justru merugikan kepentingan jangka panjang mereka sendiri.

Pendidikan politik membekali mereka dengan pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara, mekanisme pemerintahan, serta pentingnya partisipasi. Ini memberdayakan mereka untuk berpikir kritis, tidak mudah diadu domba, dan mampu membedakan program yang substantif dari sekadar retorika. Mereka bisa memilih pemimpin yang benar-benar mewakili aspirasi, bukan sekadar populer, serta berani menuntut akuntabilitas.

Ketika masyarakat akar rumput berpolitik dengan cerdas, dampaknya meluas. Demokrasi menjadi lebih sehat, partisipatif, dan inklusif. Kebijakan publik yang dihasilkan akan lebih berpihak pada kepentingan rakyat banyak, bukan segelintir elite. Pada akhirnya, ini akan berkontribusi pada pengurangan kesenjangan sosial, peningkatan kualitas hidup, dan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

Maka, pendidikan politik bagi masyarakat akar rumput bukanlah sekadar program pelengkap, melainkan investasi krusial untuk masa depan bangsa. Ini adalah fondasi bagi terciptanya masyarakat yang berdaya, demokrasi yang matang, dan negara yang berdaulat atas kehendak rakyatnya sendiri. Mari wujudkan masyarakat akar rumput yang berpolitik cerdas, demi Indonesia yang lebih baik.

Exit mobile version